Sampai juga
di jenjang terakhir masa SMAku. Awalnya sangat takut apalagi mengingat akan
bertemu dengan ujian-ujian yang so madefaker. Dan melihat betapa stresnya
kakak-kakak kelas tahun lalu menghadapinya membuatku terasa ingin menyerah
duluan.
Semester pertama,
aku masih disibukkan dengan kegiatan diluar urusan belajar untuk ujian. Aku dalam
mini orkestra diminta untuk bergabung menjadi pemusik berkolaborasi dengan band
John De Barock dalam teater Minak Jinggo ‘Menggugat’ yang menjadi salah satu
event tahunan dari salah satu SMA swasta homogen yang isinya cowok semua, SMA Kolese
De Britto. Tahun itu De Britto memutuskan untuk berkolaborasi dengan tim teater
sekolahku dalam pegelaran drama tersebut. Suatu pengalaman yang mengesankan
bisa tergabung dalam kegiatan itu. Lelah juga sebenarnya apalagi dengan jadwal
latihan yang padat, JB seakan telah menjadi sekolah keduaku. Pulang sekolah
langsung menuju sekolah itu untuk latihan dan latihannya selalu sampai malam
sehingga memang terkadang menyita waktu belajarku. Tapi semuanya itu terbayar
dengan kepuasan saat akhirnya perjuangan berbulan-bulan latihan itu membuahkan
hasil pertunjukan yang sukses dan membanggakan.
Setelah
kegiatan itu, aku kemudian disibukkan dengan masalah universitas. Bolak balik
ruangan BK untuk mengetahui info universitas menjadi hobi baru anak-anak kelas
12. Aku sempat beberapa kali mengikuti tes universitas, diterima, tapi pada
akhirnya tidak ku ambil sebagai cadangan karna jurusannya tidak sesuai dengan
keinginan orangtuaku.
Bicara soal
ulangtahun ke-17? Hmm nothing special. Sangat biasa saja menurutku, tidak ada
sesuatu yang wow. Tapi tetap membahagiakan karena saat aku 17 tahun aku masih
bisa berada di sekitar orang-orang yang peduli kepadaku. Aku juga mendapat 3
kue ulangtahun dan 11 kado. Kue ulangtahun aku dapat dari unit baruku, unit St.
Fransiska, dari teman-teman seperjuangan dari Jayapura dan dari sahabat-sahabat
gilaku. 11 kadoku itu ada 1 satu dari unit Fransiska, 2 kado dari adek kelas
11, 2 kado dari adek kelas 10, 2 kado dari teman sekelasku, 1 kado dari kakak
kelasku yang sudah lulus, 1 kado dari kakak kandungku, 1 kado dari
sahabat-sahabatku, dan 1 lagi dari secret admirer. Sampai sekarangpun aku tidak
tau siapa sebenarnya yang telah mengirimkanku kado itu haha but whoever you
are, still thank you so much.
Kemudian semester 2 datang dan seakan
menjadi masa-masa kekelaman bagi kami kelas 12 dan aku khususnya. Pergi sekolah
jam 6 pagi untuk mengikuti jam ke-0 dan kemudian pulang jam setengah 4 sore
karena mengikuti tambahan pelajaran, belum lagi begitu pulang sekolah langsung
menuju tempat les dan mengikuti les sampai jam 6. Sepulang les sudah harus
berhadapan dengan jam belajar asrama setiap jam 7-9 malam kemudian terkadang
aku melanjutkan belajar malam dari jam 10-11 malam bahkan jika aku sedang rajin
bisa sampai lebih dari jam 12 malam. Hidupku penuh dengan belajar dan belajar. Lagi-lagi
waktu tidur dan bermain menjadi suatu aktivitas yang langka terjadi dan weekend
menjadi hari yang paling dinanti-nanti. Masa-masa try out pun datang, nilai
doremi menjadi santapan sehari-hari, aku masih ingat saat aku menangis karena
nilai-nilai tryoutku yang tak ada kemajuan. Benar-benar masanya saat jerawat
timbul dimana-mana karena stres yang memuncak dan waktu tak pernah memberi
kesempatan untuk merawat diri.
Oh iya
pengalaman valentine terakhir di masa SMAku terkesan sedikit menyedihkan karena
bertepatan dengan itu gunung api kelud meletus dan abu vulkaniknya terbawa
sampai ke Jogja. Sekolahpun diliburkan selama 2 hari, saat masuk sekolahpun
tidak ada kegiatan belajar mengajar tapi diganti dengan kegiatan bersih-bersih
abu vulkanik disekitar sekolah. Capek karena harus membersihkan debu vulkanik
yang tebal itu, tapi senang juga karena tidak belajar haha setidaknya ada saat
untuk istirahat sejenak dari rutinitas monoton itu.
Akhirnya dengan
penuh ketakutan dan perasaan siap tidak siap harus siap aku menghadapi ujian
nasional selama 3 hari. 3 hari mencekam dan seperti di neraka. Tapi aku mencoba
menikmatinya, karena setelah 3 hari kekelaman itu, aku dipersembahkan sebuah
liburan panjang selama sebulan sebelum pengumuman kelulusan. Selama sebulan itu
ada 1 minggu yang aku sempatkan untuk pergi berjalan-jalan ke kota metropolitan
Jakarta bersama 3 sahabatku. Banyak kejadian menyenangkan sampai mendebarkan. Mulai
dari berjalan-jalan menikmati suasana malam Jakarta, lalu makan di skylounge
Plaza Semanggi, sesak-sesakan naik KRL dari Bekasi sampai Jakarta Kota hanya
untuk pergi menikmati panasnya jam 12 siang di Kota Tua, lalu sok-sokan kaya
masuk dalam restoran yang makanan termurahnya seharga 25000 itupun hanya makan sejenis
siomay yang berisi 4 butir, lalu berjalan kaki menuju monas yang ternyata telah
tutup dan berujung nyelfie di halaman monas, naik bajaj berempat menuju stasiun
untuk kembali bersesakan dalam KRL pulang ke bekasi, lalu malamnya menjadi
cabe-cabean muterin kota Bekasi naik motor tanpa helm haha, lalu salah naik KRL
yang seharusnya menuju tanah abang malah aku naik yang menuju bogor, sampai
hampir ketinggalan kereta pulang ke Jogja akibat macetnya kota Jakarta.
1 bulan
liburan berlalu akhirnya harus bertemu lagi dengan saat yang mendebarkan yaitu
mendengarkan pengumuman kelulusan. Semalam sebelumnya aku dan anak-anak kelas
12 lainnya berjaga sampai lebih dari jam 12 malam. Karena menurut tradisi anak
yang tidak lulus akan didatangi oleh guru sehari sebelum pengumuman kelulusan. Keesokan
harinya kami mendapatkan hasil yang membanggakan dimana sekolahku lulus 100%. Perjuanganku
selama 3 tahun di sekolah ini berakhir saat wisuda purna siswi tanggal 24 Mei
2014. Dengan kebaya pink-ungu dan rambut di keriting menyamping beserta wedges
10cm aku melangkah bangga menuju panggung setelah namaku disebutkan untuk
menerima sampir dan bukti tanda kelulusanku. Dengan bangga aku menyatakan bahwa
3 tahun penuh duka, gembira, tawa, perjuangan dan pengalaman berharga itu kini
telah berakhir dan aku telah resmi menjadi alumni dari SMA Stella Duce 2
Yogyakarta.
Teringat slalu STELLA DUCE namamu
terkenal seluruh negeriku bagai tujuanku
Kamu sinar cahayanya, pelindung nusa
Arah pedoman cita-cita tujuan mulia
Kamu sinar cahayanya, pelindung nusa
Arah pedoman cita-cita tujuan mulia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar